erectile disfunction
Slankerscyber.com

Gossip Jalanan

Aksi Simpatik Slank & Slankers

by admin on Dec.29, 2009, under Gossip Jalanan, Jadwal, SCC, Slank

Slank dan Slankers tidak keabisan ide untuk mengekspresikan kreatifitasnya, setelah 9 kali di cekal untuk manggung di jabodetabek Slank membuat acara konser kecil-kecilan di halaman Potlot 25 desember 2009 yg lalu. sekitar 1000 org yg hadir di potlot, membuktikan bahwa Slankers bisa damai dalam setiap konser Slank.

Setelah di larang konser oleh pihak kepolisian Slank dan Slankers tidak menyikapi dengan tindakan negatif, sebaliknya Slankers akan melakukan Aksi Simpatik dengan membagikan Sembako kepada Polisi yg bertugas pada malam tahun baru. Aksi akan di laksanakan serentak di 5 wilayah di Jakarta, setiap wilayah akan di wakilkan oleh beberapa Slankers yg akan konvoi damai dengan sepeda motor.

Untuk meramaikan acara ini bagi Slankers yang ingin mengikuti acara ini daftar langsung ke Potlot dengan Ade dai. yg rencananya akan di laksanakan pada :
Hari/Tanggal : Kamis, 31 Desember 2009
Jam/Tempat : 14.30. Jl. Potlot 3 No.14

http://andre8077.co.cc/2009/12/29/pengumuman

Leave a Comment more...

Memilih atau Golput…?

by linda on Mar.23, 2009, under Gossip Jalanan

Rasanya baru aja kita merayakan pesta demokrasi pemilu tahun 2004, tanpa terasa sekarang kita sudah dihadapkan dengan pemilu tahun 2009. Mungkin karena nggak terlalu banyak perubahan yang terjadi setelah pemilu tahun 2004, jadi ada pemilu atau tidak, tetap aja negara kita seperti jalan di tempat. Cari kerja masih tetap susah, harga-harga kebutuhan masih tetap mahal, pendidikan juga masih tetap mahal, serta segudang permasalahan yang tidak pernah tuntas sampai sekarang.

Masih tetap seperti pemilu sebelumnya, pemilu tahun ini masih diwarnai dengan janji-janji manis para calon partai politik (parpol) ataupun calon legislatif (caleg). Dengan berbagai macam kreasi baliho, poster sampai stiker. Tentunya dengan macam-macam slogan yang diantaranya “mohon doa dan dukungannya”, “kami tidak memberikan janji”, “sahabat semua golongan”, “yang penting rakyat tidak miskin”. Tanpa adanya visi dan misi bila terpilih menjadi anggota legislatif, karena dengan adanya visi dan misi para caleg tersebut akan lebih mempermudah rakyat untuk memilih caleg dengan visi dan misi yang lebih realistis.

Nah…nggak mau ketinggalan pula banyak parpol yang membuat iklan di televisi yang menurutku salah satu bentuk pembodohan kepada masyarakat. Pada nonton nggak…iklan tentang turunnya harga BBM dimana seorang pria berkomentar harga BBM turun sampai 3 kali dan mencapai harga Rp. 4.500/liter. Tapi langsung dipotong seorang wanita kalau harga BBM dizaman ibu Mega Rp. 2.000/liter. Memangnya begitu terpilih harga BBM bisa langsung turun menjadi Rp. 2.000/liter? Tapi bagaimana cara menurunkan harga BBM tidak dijelaskan. Ditinjau dari segi ekonomi, menurunkan harga BBM tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Ada lagi iklan 3 parpol yang sekarang berkuasa di pemerintahan yang mengklaim partainya berhasil melakukan swasembada beras. Tidak penting siapa yang benar-benar berhasil melakukan swasembada beras. Karena walaupun dikatakan mereka berhasil dengan swasembada berasnya, tetap saja banyak rakyat yang masih kelaparan.

Yang lebih hebatnya lagi para caleg rela menghabiskan uang demi kemenangannya dipemilu tahun ini., jumlahnya ada yang mencapai ratusan juta. Bisa terbayang nggak, bagaimana jadinya kalau ternyata sang caleg tidak terpilih? Bisa saja penyakit gangguan kejiwaan menghinggapinya. Bayangkan juga apa saja yang dilakukan kalau saja sang caleg terpilih menjadi anggota legislatif? Yang pastinya apapun akan dilakukan untuk mencapai titik Break Even Point (titik balik modal).

Beginilah calon legislatif di negeri ini, mudah-mudahan masih ada caleg yang benar-benar berjuang demi kepentingan rakyat.

Ada juga cerita para caleg di kota tempat aku bekerja. Dimana sebagian warga yang sudah kenal caleg tersebut mengatakan bahwa caleg tersebut rada nggak beres dengan kehidupannya. Warga bilang sih… dia itu dari dulu maling..!!! Abangnya aja sampai sekarang masih dipenjara karena kasus narkoba. Entah benar atau tidak?

Ada lagi nih…caleg DPR RI , yang tidak pernah barada di rumah dan alasan mertuanya sedang berada di Jakarta . Nggak tahu jelas dimana pasti keberadaannya, nggak tahu nomor handphone/telepon yang bisa dihubungi. Rumahnya besar dan megah walaupun masih dalam tahap pembangunan, tapi angsuran/cicilan sepeda motornya menunggak 5 bulan (terhitung tulisan ini di buat), maklum nih…karena aku kerja di salah satu perusahaan pembiayaan/leasing sepeda motor…he…he..he.

Terkadang sering kepikiran, apa benar sih…kalau satu suara akan menentukan nasib bangsa? Atau lebih baik tidak memilih alias golput (golongan putih). Bagaimana tidak kalau parpol ataupun calegnya seperti beberapa cerita di atas?

Tanpa bermaksud untuk menghasut agar rakyat tidak memilih (golput), kita hanya ingin agar pemilu kali ini serta pemilu seterusnya dihuni oleh pemilih-pemilih yang cerdas. Tentunya cerdas memilih parpol ataupun caleg dengan visi dan misi yang lebih realistis dan tidak membodohi rakyat dengan janji-janji manisnya. Maka jadilah pemilih yang cerdas!!! Selamat menyambut pesta demokrasi Indonesia !!!

ardo_ank@yahoo.com

Leave a Comment : more...

Demokrasi ala Medan bung…!!!

by linda on Feb.11, 2009, under Gossip Jalanan

Temanku yang mantan aktivis di kampusnya semasa kuliah pernah berpendapat bahwa seorang mahasiswa itu harus idealis. Karena hanya pada saat mahasiswa lah kita bisa seidealis mungkin. Tapi kalau sudah di dunia kerja kita tidak bisa lagi idealis tapi realis. Terlepas dari idealisme seorang mahasiswa, terkadang kita juga harus tetap berpikir realis, bahwa kita punya orang tua/keluarga yang menaruh harapan besar kepada anaknya yang duduk di bangku kuliah, kelak agar dapat menjadi seorang lulusan sarjana, bekerja dan berpenghasilan sendiri sehingga dapat juga kiranya membantu meringankan beban orang tua/keluarga.

Memang sih…kalau nggak ada mahasiswa , mungkin sampai sekarang rezim orde baru itu masih berkuasa. Siapa sih…yang nggak tahu kalau yang nurunin mantan presiden Soeharto dari jabatannya itu adalah “mahasiswa”. Sampai ada istilah “mahasiswa takut pada dosen, dosen takut pada rektor, rektor takut pada menteri, menteri takut pada presiden, tapi presiden takut pada mahasiswa”.

Big thanks deh…buat mahasiswa pada masa itu, tapi setelah aku sendiri menjadi mahasiswa , tidak sedikitpun aku tertarik dunia aktivis atau lebih tepatnya menurut istilah temanku mahasiswa yang idealis. Ya…menurut aku sih, di zaman sekarang ini nggak ada tuh…perjuangan mahasiswa itu yang benar-benar didasari dari hati nurani. Mengkritik kinerja pemerintah dengan demontrasi yang hanya dilatar belakangi kepentingan pribadi seseorang saja. (continue reading…)

Leave a Comment :, , more...

Pemikiran yang Sempit

by admin on Feb.07, 2009, under Gossip Jalanan

Tahun 98, waktu masih jadi pengurus Bogor Slankers Klub (BSK), Gw pernah ditanya oleh seorang teman. “Kok, elo punya juga album Guns N’ Roses, Nirvana dan Red Hot Chilli Peppers?” tanyanya keheranan ketika melihat koleksi kaset Gw. Karena dalam pikirannya, Slanker itu hanya dengar lagu-lagunya Slank.

Tentu aja Gw ketawa ngedengernya. Nggak nyangka ada orang yang punya pemikiran sempit kayak temen Gw ini. Kebetulan temen Gw ini pengagum Nirvana. Ia bersama teman-temannya menamakan dirinya ‘Anak Grunge’. Hal ini sering Gw alami ketika bertemu dengan anak-anak dari komunitas musik lainnya.

Menjelang tahun 2000, musik Ska lagi booming banget. Sebagai penikmat musik, Gw juga penasaran pengen banget menyaksikan gimana hebohnya konser musik Ska. Kebetulan grup Tipe X konser di GOR Pajajaran Bogor. Usai nongkrong bareng dengan anak-anak BSK, Gw langsung cabut ke GOR Pajajaran. Ternyata memang asik juga melihat penonton yang berpogo ria.

“Wah, Slanker nonton juga, nih”, seorang teman yang berada ditengah kerumunan penonton mengejutkan Gw. Pertanyaan yang sama selalu terulang ketika Gw sedang menyaksikan konser musik Boomerang, PAS, Sheila On 7 sampai DEWA 19. (continue reading…)

Leave a Comment :, more...

RSS Forum Last Topic