<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Slankerscyber.com &#187; medan</title>
	<atom:link href="http://slankerscyber.com/site/tag/medan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://slankerscyber.com/site</link>
	<description>Slankers Cyber Community</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 01:40:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Demokrasi ala Medan bung…!!!</title>
		<link>http://slankerscyber.com/site/2009/02/11/demokrasi-ala-medan-bung%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://slankerscyber.com/site/2009/02/11/demokrasi-ala-medan-bung%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 17:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gossip Jalanan]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[medan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slankerscyber.com/site/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Temanku yang mantan aktivis di kampusnya semasa kuliah pernah berpendapat bahwa seorang mahasiswa itu harus idealis. Karena hanya pada saat mahasiswa lah kita bisa seidealis mungkin. Tapi kalau sudah di dunia kerja kita tidak bisa lagi idealis tapi realis. Terlepas dari idealisme seorang mahasiswa, terkadang kita juga harus tetap berpikir realis, bahwa kita punya orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Temanku yang mantan aktivis di kampusnya semasa kuliah pernah berpendapat bahwa seorang mahasiswa itu harus idealis. Karena hanya pada saat mahasiswa lah kita bisa seidealis mungkin. Tapi kalau sudah di dunia kerja kita tidak bisa lagi idealis tapi realis. Terlepas dari idealisme seorang mahasiswa, terkadang kita juga harus tetap berpikir realis, bahwa kita punya orang tua/keluarga yang menaruh harapan besar kepada anaknya yang duduk di bangku kuliah, kelak agar dapat menjadi seorang lulusan sarjana, bekerja dan berpenghasilan sendiri sehingga dapat juga kiranya membantu meringankan beban orang tua/keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang sih…kalau nggak ada mahasiswa , mungkin sampai sekarang rezim orde baru itu masih berkuasa. Siapa sih…yang nggak tahu kalau yang nurunin mantan presiden Soeharto dari jabatannya itu adalah “mahasiswa”. Sampai ada istilah “mahasiswa takut pada dosen, dosen takut pada rektor, rektor takut pada menteri, menteri takut pada presiden, tapi presiden takut pada mahasiswa”.</p>
<p style="text-align: justify;">Big thanks deh…buat mahasiswa pada masa itu, tapi setelah aku sendiri menjadi mahasiswa , tidak sedikitpun aku tertarik  dunia aktivis atau lebih tepatnya menurut istilah temanku mahasiswa yang idealis. Ya…menurut aku sih, di zaman sekarang ini nggak ada tuh…perjuangan mahasiswa itu yang benar-benar didasari dari hati nurani. Mengkritik kinerja pemerintah dengan demontrasi yang hanya dilatar belakangi kepentingan pribadi seseorang saja.<span id="more-36"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tahu nggak kalau ada temanku yang selain mahasiswa juga berprofesi sebagai pengumpul massa buat berdemo, tentunya dengan imbalan sejumlah uang. Selesai demo, malam harinya dijamu di salah satu café di kota Medan. Maaf aja nih…kalau ada yang tersinggung , tapi itulah kenyataan yang terjadi. Walaupun nggak semua yang seperti itu, tapi sebagian besar demontrasi yang dilakukan sang mahasiswa  idealis hanya dilatar belakangi kepentingan pribadi seseorang saja. Hal yang seperti ini bukan tidak asing lagi karena sudah menjadi rahasia publik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sah-sah aja sih mengemukakan pendapat (terlepas dari demontrasi yang dilatar belakangi kepentingan pribadi seseorang), secara kita negara yang menganut paham demokrasi, paham yang bebas mengemukakan pendapat. Tapi apakah demontrasi yang dilakukan mahasiswa di kantor DPRD Sumatera Utara tepatnya hari Selasa, 03 Februari 2009 mencerminkan demokrasi yang sesungguhnya? Demontrasi menuntut berdirinya provinsi Tapanuli yang berujung dengan tindakan anarkis, bahkan mengakibatkan meninggalnya ketua DPRD Sumatera Utara bapak Drs. H. Azis Angkat . Terlepas dari dugaan bahwa bapak Drs. H. Azis Angkat meninggal akibat dari aksi anarkis mahasiswa atau karena serangan jantung.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi apakah pantas mahasiswa bertindak seperti itu? Bertindak anarkis dengan merusak fasilitas kantor DPRD Sumatera Utara yang juga berujung pada kematian bapak Drs. H. Azis Angkat. Ingat “lae”, ini Medan bung…! Atau lebih tepatnya Sumatera Utara yang terkenal akan kemajemukan masyarakatnya, tapi masih dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai, jadi jangan coret citra Sumatera Utara dengan tindakan anarkismu. Karena cara kekerasan nggak menyelesaikan masalah, kami nggak suka dengan caramu, silahkan kemukakan pendapatmu dengan cara yang lebih dewasa dan tanpa kekerasan, karena begitulah seharusnya mahasiswa. Buang jauh-jauh idealisme mu kalau caramu seperti ini, lebih baik belajar yang rajin biar cepat tamat dan bekerja, hal ini lebih baik dari pada demo anarkismu yang katamu “atas dasar kepentingan rakyat”, karena cara kekerasan nggak welcome disini, karena ini Medan bung…! Demokrasi ala Medan, demokrasi yang damai. Semoga!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Note:<br />
Tanpa bermaksud menyinggung perasaan aktivis mahasiswa, tulisan ini hanya pendapat pribadi penulis. Maaf jika ada pihak yang tersinggung, silahkan berdemo, yang penting jangan anarkis harus tetap damai.</p>
<p style="text-align: justify;">ardo_ank@yahoo.com</p>
<p><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-7904501545413065";
google_ad_slot = "8437002633";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//--></script>
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"></script>
</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fslankerscyber.com%2Fsite%2F2009%2F02%2F11%2Fdemokrasi-ala-medan-bung%25e2%2580%25a6%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe><div style='display:none' id="post-refEl-36"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slankerscyber.com/site/2009/02/11/demokrasi-ala-medan-bung%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
